Puisi Chairil Anwar ini, saya temukan pada buku kumpulan puisi yang berjudul " Deru Campur Debu". Buku yang saya baca ini merupakan buku cetakan keenam tahun 2016 dari Penerbit Dian Rakyat. Awalnya, saya tidak menyangka bisa menemukan kumpulan-kumpulan puisi Chairil Anwar dalam sebuah buku yang ada di perpustakaan sekolah.
PUISI INDONESIA KOLEKSIKU. Selamat Tinggal* Selamat Tinggal* Semangat* Sendiri. Senja Di Pelabuhan Kecil. Chairil Anwarβ > β BERCERAI.
PUISI-PUISI AMIR HAMZAH. Lahir 28 Februari 1911 di Tanjungpura, Langkat, Sumatera Utara, terbunuh dalam revolusi sosial 16maret 1946 di Langkat, Sumatera Utara. Pendidikannya: tamat HIS (sekolah anak-anak Indonesia dengan bahasa pengantara bahasa Belanda), lalu ke Medan dan ke Jakarta (mungkin 1928) sekolah di Sekolah lanjutan Pertama Kristen Bagi kau dan aku cukuplah. Taman kembangnya tak berpuluh warna. Padang rumputnya tak berbanding permadani. Halus lembut dipijak kaki. Bagi kita itu bukan halangan. Karena. Dalam taman punya berdua. Kau kembang, aku kumbang. Aku kumbang, kau kembang.membedakan puisi Chairil Anwar dari puisi-puisi saat itu dan puisi saat sekarang ini. Seiring dengan perkembangan zaman puisi karya Chairil Anwar sudah sulit ditemukan dan bahkan hampir hilang dari peredaran. Hanya beberapa orang saja yang bisa mengetahui puisi-puisi Chairil Anwar di tengah-tengah bermunculan karya-karya
#puisi #syair #chairilanwar terima kasih @argachannel@ angel_band @chairilanwar.video kali ini merupakan musikalisasi perpisahan sekolah | puisi selamat ting
065P.